KUDA
Dalam perjalanan ke sekolah pagi ini, saya melihat seorang bapak mengenakan ti’i langga menunggang kuda, sementara beberapa laki-laki melambaikan tangan ke arahnya sembari tertawa. Saya memperlambat motor dan pelan-pelan mengikutinya, lalu berhenti dan mengambil handphone dari saku jaket. Bapak itu tidak menoleh sama sekali tapi kuda itu tidak lagi berlari; berjalan lambat di atas aspal. Ranting-ranting pohon terjuntai dari sebelah kiri, sementara lahan-lahan sawah yang baru selesai dipanen terbentang di sebelah kanan jalan. Tak lama kemudian, kuda itu kembali berlari bak anak panah yang terlepas dari busurnya. Saat saya hendak menyalakan motor, seorang perempuan paruh baya lewat di samping saya. Ia mengenakan kemeja polos berwarna cokelat dan kain panjang yang dililitkan sebagai bawahan. “Pi pasar ko, Mama?” tanya saya. "Iya, jawabnya singkat," lalu bersiap-siap untuk naik ke motor. “Tapi, maaf Mama. Mama bisa toh duduk laki-laki? Saya takut melewati jembatan kayu kalau bon...





