Lembu Kesayangan Jun dan Sapi Pengguna Jalan
Pagi itu Jun berpamitan kepada Heidi seperti yang biasa dilakukannya. Ia berdiri di depan kemah dengan tongkat gembalanya di tangan, wajahnya tenang seperti pagi-pagi lainnya. "Apakah sudah kau kandangkan semua ternak-ternak kita?" "Sudah," Jun menjawab singkat. Entah mengapa Heidi merasa ada yang berputar-putar di perutnya sejak ia bangun di pagi hari. Sensasi yang pernah ia rasakan saat lembu kesayangan suaminya menanduk anak lelaki Yoheb. Lembu yang seharusnya dirajam dan dibagi-bagi dagingnya itu dilepaskan setelah Jun memberikan sepuluh ekor kerbau dan sepuluh syikal perak sebagai permintaan maaf. Ia diberi peringatan keras untuk lebih ketat mengawasi ternak-ternaknya. Jun adalah orang ketiga terkaya di perkemahan itu. Ia tak disukai oleh warga desa karena dianggap lalai menjaga ternak-ternaknya. Sudah terlalu sering lembu-lembunya menanduk, menghancurkan rumah dan kebun tetangganya, tetapi ia selalu bisa menyelesaikan semuanya dengan uang. Heidi sudah berulan...




